Bapak

Mengenang seorang ayah yang otodidak
Banyak ilmu seni mampu dikuasainya
Beberapa diantaranya lesap mengaliri
Setiap jalan darah di dalam urat nadiku
Pendidik yang simpatik berdisiplin tinggi
Mencetak banyak predikat dan prestasi

Terima kasih banyak, Bapak
Maestro sejatiku
Untuk beberapa bakat senimu
Adalah warisan terindahku
Lebih dari harta kasat mata
Kusyukuri sebagai berkah
Kukirimkan seikat bunga dan doa
Ke atas pembaringan kekalmu
Abadi kasihku, Bapak

(Jakarta, 13 Maret 2019)

In memoriam:
A.R Soerjo Soekotjo
Bapak sekaligus guru idolaku
(Lahir di Blitar, 13 Maret 1937)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Ah

Kepada yang sesumbar kepradah
Bersumpah tak lelah-lelah
Menyumpah sambil meludah
Firman Illahi dibedah-bedah
Artiannya salah bubrah
Mubazir usia penuh ibadah
Hati dan kepala jauh terpisah
Tak paham menela’ah aqidah

Politik sejorok gunung sampah
Berkuasa di mimbar jamaah
Meledak dan terburai
Menodai ruang batas suci
Meretas jalin silaturahmi
Mengasuh benci di benaman api
Bukan usia kita lagi
:
Sungguh
Aku tak percaya KTP mu

(Jakarta, 10 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Hanya Cerita

Jangan bilang apa-apa
Kepada siapa saja
Aku telah menyanyikan lagu sedih
Tentang pendekar mabuk
Pergi mengendap-endap
Lepaskan ketiak mempelainya
Mencampakkan cincin mulia
Di atas buku antologi puisi
Halamannya bermeditasi
Pencarian masih tak pasti

Kopi hitam sepahit kenangan
Telanjur disangkal rasanya gula
Rusak terinjak sepatunya sendiri
Puspa tak lagi wangi di taman sari
Pertama dulu pernah lenyap
Pendekar sama mengendap
Meretaskan puisi perjalanan
Milik perempuan pendoa
Di batas ingkar paling perih
Telah riuh diaminkan dewa-dewa
:
Pendoa santun menjauh pergi

(Jakarta, 08 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Hitam Putih

Menebus absurd kegeraman
Kemarahan abadi yang entah
Menyelinap seperti pencuri
Telah berhasil memantik kekerdilan
Rangkai aksara indah hangus terbakar
Dilibas dendam tak urung lunas

Logika telah tinggalkan pikir
Doa-doa kehilangan makna
Air mata pecahkan kepala
Seribu tanya berputar liar
Tak mampu terjawab bijak
Telanjur sesat di ujung sesal
:
Quo vadis, sayang…?

(Jakarta, 05 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Jeda Rindu

Bersandar letih di penuh bahuNya
Melepas ketakutan dan kerisauan
Tentang diri dan kekurangan
Menyatakan keinginan sederhana
Karena aku bukan sesiapa

Aku memintaMu lebih
Dari yang tak bisa kubalaskan
Sungguh hamba insan tak bijak
Tak sepantasnya
Abai tinggalkanMu sendiri
:
Peluk aku…

(Jakarta, 04 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Pengantin Puisi

Aku ingin meriasmu
Membuka lebar-lebar
Jendela ruang cerita
Mengganti selimutnya
Putih penuh renda
Menaburkan mawar bersih
Dari taman cinta Adam Eva

Aku ingin kau tampak cantik berbinar
Selaras kelembutan bidadari
Kusandingkan
Bersama matahari
Seperti kisah dewa dewi

Tersenyum ‘ku di atas kisah terjalin
Mencipta elegi dari imaji dan realita
Benakku liar berlarian memetik aksara
Memilah keranuman buah-buah pikir
Menyeruak di rerimbun semak
Terkadang harus tertusuk onak
Biarlah…

Aku ingin engkau terus tersenyum
Sampai purnama bermain mata
Membisikkan kata paling cinta
:
“Selamat tidur pengantin puisiku”

(Jakarta, 2 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Tamak

Di tengah laparnya
Kau rebut hasilnya
Saat dahaga mencekik
Terkuras habis air tanahnya
Ketika matipun ia
Tak ada lahan kubur tersisa

Merebut paksa wasiat leluhur
Desing laras membidik jantung
Mengklaim sebanyak darah tertumpah
Ribuan keringat air mata menjadi sumpah
Kaum lemah gerah tersulut amarah
Kuasa kaum serakah merambah nyawa

Dulu berorasi maju di baris depan
Menolak ketimpangan penguasa tiran
Atas nama cinta leluhur bangsa katanya
Menarilah badut-badut jenaka
Luputkan dulu daftar hutang janji
Titipan pundi-pundi lah yang harus terisi

(Jakarta, 01 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Joko dan Bowo Putraku

Tolong matikan sentir teploknya, Nang.
Nanti gubug kita hangus terbakar
Pandai-pandai juga lah berhemat
Saat tertidur berjuta kepala suluk bermimpi
Segala makhluk tak lagi indahkan cahaya
Raga dan jiwanya telah bersenyawa
Melebur napasnya sederap napas semesta

Bulan mentereng bentang dipasang Tuhan
Bintang telah ditaburkan di langit pekat
Riasan dironce keharuman seronok
Ratu Malam bersolek molek
Bagai Nyai Ronggeng menggelar kenduri
Tetabuh hajat hiburan insan haus kelaparan

Malam ini menyisakan kemuliaan
Bersujud syukurlah hendaknya, Le!
Kangmas jadi imam, Adimas makmuman
Ciumlah perut bumi yang berlimpah berkah
Telah menitipkanmu di rahim ibu
Menjadikan putera ksatria pilih tanding
Melindungi utuh tanah air ibumu

Nak lanangku…
Tut Wuri Handayani
Jaga selalu salah laku dan pituturmu
Tembangkan lagu penawar badai
Gemah ripah loh jinawi
Tata tentram karta raharja

(Jakarta, 24 Pebruari 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |