Mengawasi Senja

Senja…
Jangan melamun saja
Katakan bila kau cemburu
Pada kesik dan desir laut
Pada burung-burung pulang
Pada lintasan angin yang tersangkut
Di antara ketiak dan asamnya keringat
Sepasang bule mashyuk berpelukan
Tanpa puisi dan aksara
Melumat bayangan matahari
Ditelan waktu yang tanggung

Aiih Senja…
Kemarin lalu kau buat puisi renyah manja
Mengais kisah dari kamar pengantin tua
Bukan oleh uraian bilangan usia
Parut-parut luka tampak bertaut
Di selipan bacon sandwich penuh mentega
Bonus satu sloki sisa tegukan
Mencium aroma asmara anggur merah
Menyuguhkan tarian sakral
Tangis kehilangan
Keperawanan pecah
Keperjakaan jebol
Ada syukur yang timbul di lubuk sesal
:
Belum telanjur kasip, katamu…

(Jakarta, 8 Juli 2019)