Para tetua satu-satu mengarah ke langit
Menghilang pergi tak kembali lupa pamit
Banyak anak menangis oleh seribu sebab
Misteri airmata dari setiap yang meratap
Senyum simpul tersembunyi di balik rencana
Menyadari hari tengah berduka
Tak boleh ada yang tertawa
Hari-hari kusut menyesak sejak kemalangan
Lainnya menyusun rencana kematangan
Saat senyum mulai sedikit terkembang
Di permukaan wajah layu bimbang
Menunggu kejutan datang terhidang
Sajian menu renjana di balik rencana
Jerat wasiat bumbu rahasia
Sop buntut pertikaian saudara
Lihatlah sekarang
Nyonya-nyonya dan tuan-tuan
Tampilannya wangi necis elegan
Duduk menghadap jamuan akbar
Mengisi kursi meja memutar
menebar senyum gahar liar
Tersisa juga lidah yang tak lapar
Masing-masing piring telah dibagikan
Siap disantap sama penasaran
Menunya tak sama mutu dan besaran
Aroma rasa menyimpang jauh
Mereka mulai saling tuduh
Sebagian puas lebar tertawa-tawa
Tak sedikit duka yang kecewa
Meninggalkan meja paling durjana
:
Hampa, porak poranda!
(Jakarta, 07 Agustus 2019)