Aku bersyukur
Berkali abai luluskan pintamu yang kabur
Beruntung tak banyak ucapku berhambur
Engkau telah keji meludahi janji
Aku tergugah dari mimpi
Sejauh perjalanan katamu sakral suci
Hanya untuk bertanya, “Bagaimana caranya tertawa?”
Ya, kau sadari juga akhirnya
Aku adalah mimpi terburukmu
Melati yang menghantui ruang sesalmu
Mengapa hanya bicara lukamu sendiri
Mendedah duka-cita pura-pura
Menepi di medan perhentian paling celaka
Mandi madu dusta semata
Bersamanya kau berhasil tertawa bahagia
Segera rapatkan pintu dan jendela
Siapa sibuk mengatur siasat
Terhapus sudah jejak riwayat
Tak kurutuki kisah yang tamat
Mana mungkin sempat
Dalam luka tersayat aku minggat
Seumur hidup pun tak akan kuingat
Kau sungguh lucu
Selalu masih saja keliru
Lihatlah itu
Elang perkasa telah menungguku
Dia lah harap dalam biru
Melepaskan rantai-rantai belenggu
Terbang melintas batas memeluk rindu
Harusnya sudah begitu sejak lalu
(Jakarta, 29 Januari 2019)
| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |
| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |