Matahari

Energi itu lebih dulu menyapa
Tersenyum nakal dan hangat
Aku masih lena disandera malas
Terentang di antara langit dan bumi
Terkirim parau recoknya si taji jantan
Enggan terbangun lanjut pun gagal
Matahari terpingkal mengejek licik
Terkepal gemas tinjuku padanya
:
“Selamat pagi, pemalas!”

Selimutku terdampar ke perut bumi
Bibirku kering dijalari hawa panas
Aku tersedak napas pun sesak
Tercekat bangkit dan meronta
Hambur ke kamar mandi
:
“Ah, dasar pencuri!”

(Jakarta, 23 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Esther

Aku datang lagi
Ingin mengenangmu
Duduk di halte biru
Di depan gerbang sekolahmu
Gadis kecil mungilku
Biasanya kita duduk di sini
Mendengar celotehmu
Merasakan peluk manjamu
Semriwing wangi tubuhmu
Cupid yang menggemaskan
Lucunya kamu

Menatap pucuk menara gereja
Angin menyapu airmata rinduku
Pada pipi gembil berlesung
Rambut poni kucir kuda
Tubuh montok ceria
Berhamburan menghampiriku
Bertukar bekal sambil tertawa
Seusai pak sopir berlalu pulang
Sebelum lonceng sekolah memanggil
Kita berkencan dengan matahari
Aiih… lucunya kamu

Esther
Puisi kecilku hidup
Saat kau baca sambil menari
Kini mewujud kupu-kupu cantik
Terbang sebagai kerlip bintang
Membawamu ke surga

(Jakarta, 22 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Dungu

Mengetahui satu jentikan jari limbung
Menganggap semua telah rampung
Melipat masalah terlalu mentah
Kau berpaling tatap ingin lenyap
Apa pedulimu pada harkat jasad

Bahwa satu tambah satu jadi kepastian
Hanya itu kau pikir jamak kesimpulan
Semua janin pun tetawa mengejan
Di gerbang liang-liang kelahiran
Kau cuma sepotong generasi ketinggalan
Lalu apa arti seringaimu bagi harapan

Generasi menuntut adanya perubahan
Bukan melulu tabiat kekonyolan
Hei bung! Jangan cuma retas kompas
Semudah itukah jalan tiap keputusan
Galilah saja kuburmu tuk masa depan

(Jakarta, 21 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Sampai di Sini

Melunglai ruas tulang-tulangnya
Menyangga cakar belukar
Daun-daun berpelukan
Berdesakan berhimpitan
Tersengal-sengal ditampar angin
Tampak tak beraturan
Bergesekan pada rimbun keliaran
Satu-satu yang tak bertahan
Jatuh dimana saja oleh kesenjaan
Lebur membusuk celaka
Dilumat hujan dan cacing tanah
Datang pergi silih berganti
Pada pemakaman alami
Tak ada prosesi dan doa-doa
Hingga tumbang kikis
Akar renta mengungkit pokok
“Baaamm!!!”
Lelah bertahan diasuh ratusan musim
Tanpa sempat menghitung usia
Di rentang lautan langit berkaca
Janji semesta genap tersurat
Selamat tamat!

(Jakarta, 21 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Perpaduan Sakral

Sudah genap sematan cincin di jari
Menjamah bidang jangat kulitmu
Menangkap gairah bibir-bibir basah
Sepasang mata redup tanpa daya
Melangitkan aku di batas surga
Lunglai tersentak-sentak
Gemas meremas kusut rambut
Derit ranjang riuh mengaduh
Membuai dewa dewi suarga loka
Berputar-putar di ruang klasik labirin
Mabuk kepayang mencecap tubuh kekasih
Melangutkan aroma seribu bunga
Tetabuh derap tifa dan nafiri
Erotísme harpa dan sitar
Melucut dan melecut-lecut
Melekat erat terkendat-kendat
Mengerang di dekap kedap
Memacu langit berarak dan berserak
Membalut bulatnya birahi
Menekan kedalaman bertubi-tubi
Cengkeram geram
Teriakan manja terseram
Kekasih lemas terhempas kandas
Puas di serapan tarikan napas
Luapan seubun-ubun hasrat
Dewi bulan berpendar pasrah

“Selamat tidur, pengantinku”

(Jakarta, 21 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Bapak

Mengenang seorang ayah yang otodidak
Banyak ilmu seni mampu dikuasainya
Beberapa diantaranya lesap mengaliri
Setiap jalan darah di dalam urat nadiku
Pendidik yang simpatik berdisiplin tinggi
Mencetak banyak predikat dan prestasi

Terima kasih banyak, Bapak
Maestro sejatiku
Untuk beberapa bakat senimu
Adalah warisan terindahku
Lebih dari harta kasat mata
Kusyukuri sebagai berkah
Kukirimkan seikat bunga dan doa
Ke atas pembaringan kekalmu
Abadi kasihku, Bapak

(Jakarta, 13 Maret 2019)

In memoriam:
A.R Soerjo Soekotjo
Bapak sekaligus guru idolaku
(Lahir di Blitar, 13 Maret 1937)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Ah

Kepada yang sesumbar kepradah
Bersumpah tak lelah-lelah
Menyumpah sambil meludah
Firman Illahi dibedah-bedah
Artiannya salah bubrah
Mubazir usia penuh ibadah
Hati dan kepala jauh terpisah
Tak paham menela’ah aqidah

Politik sejorok gunung sampah
Berkuasa di mimbar jamaah
Meledak dan terburai
Menodai ruang batas suci
Meretas jalin silaturahmi
Mengasuh benci di benaman api
Bukan usia kita lagi
:
Sungguh
Aku tak percaya KTP mu

(Jakarta, 10 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Hanya Cerita

Jangan bilang apa-apa
Kepada siapa saja
Aku telah menyanyikan lagu sedih
Tentang pendekar mabuk
Pergi mengendap-endap
Lepaskan ketiak mempelainya
Mencampakkan cincin mulia
Di atas buku antologi puisi
Halamannya bermeditasi
Pencarian masih tak pasti

Kopi hitam sepahit kenangan
Telanjur disangkal rasanya gula
Rusak terinjak sepatunya sendiri
Puspa tak lagi wangi di taman sari
Pertama dulu pernah lenyap
Pendekar sama mengendap
Meretaskan puisi perjalanan
Milik perempuan pendoa
Di batas ingkar paling perih
Telah riuh diaminkan dewa-dewa
:
Pendoa santun menjauh pergi

(Jakarta, 08 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Hitam Putih

Menebus absurd kegeraman
Kemarahan abadi yang entah
Menyelinap seperti pencuri
Telah berhasil memantik kekerdilan
Rangkai aksara indah hangus terbakar
Dilibas dendam tak urung lunas

Logika telah tinggalkan pikir
Doa-doa kehilangan makna
Air mata pecahkan kepala
Seribu tanya berputar liar
Tak mampu terjawab bijak
Telanjur sesat di ujung sesal
:
Quo vadis, sayang…?

(Jakarta, 05 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Jeda Rindu

Bersandar letih di penuh bahuNya
Melepas ketakutan dan kerisauan
Tentang diri dan kekurangan
Menyatakan keinginan sederhana
Karena aku bukan sesiapa

Aku memintaMu lebih
Dari yang tak bisa kubalaskan
Sungguh hamba insan tak bijak
Tak sepantasnya
Abai tinggalkanMu sendiri
:
Peluk aku…

(Jakarta, 04 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |