Energi itu lebih dulu menyapa
Tersenyum nakal dan hangat
Aku masih lena disandera malas
Terentang di antara langit dan bumi
Terkirim parau recoknya si taji jantan
Enggan terbangun lanjut pun gagal
Matahari terpingkal mengejek licik
Terkepal gemas tinjuku padanya
:
“Selamat pagi, pemalas!”
Selimutku terdampar ke perut bumi
Bibirku kering dijalari hawa panas
Aku tersedak napas pun sesak
Tercekat bangkit dan meronta
Hambur ke kamar mandi
:
“Ah, dasar pencuri!”
(Jakarta, 23 Maret 2019)
| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |
| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |