Melarung Syak

Rinai hujan panik berkata-kata
Berkacak pinggang dari luar jendela
Bahwasanya cinta sudah pada mati percuma
Kumamah satu persatu semak belukar
Pahit menohok tenggorok selayak sekam membakar
Susah payah merambah perjalanan malam
Kejam mencekam menembus langit hitam

Kularung syak cemburu dalam sejuk wudhu
Sejungkup ragu larut dalam nafas doaku
Pucat pasi wajah barisan lentera
Benda langit lagi kikir membagi cahaya
Cukuplah dapat kulihat wajah Sang Malik
Berbisik-bisik tak ada berisik
Menyelidik, menelisik terlebih mendelik
Menyinari sejurus pikir yang berdzikir
Hujan pun redam mentahkan takdir
:
Ada lagi yang tersisa?

(Jakarta, 26 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Tinggalkan komentar