Merapel Rindu

Aku tak punya waktu untuk tak sedetikpun merindumu
Jalan setiap aliran darahku adalah luap gairah cintaku
Telah lebam-lebam membiru
Lama terdampar kumparan waktu

Puisiku adalah taman bunga
Penuh bentuk dan warna asri
Ditingkah keharuman dan asa abadi
Enggan melepas angan keindahanmu
Ah, lelakiku…
Eratkan lagi pelukmu
Lumatkan bibirku yang kering gelisah
Biarlah merona dan basah

(Jakarta, 31 Mei 2019)

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Senja

Setia melantunkan nyanyi camar pulang
Merah saga meronakan layar langit
Berdesiran bias angin membelai rambutku
Menjemput hiasan cahaya malam
Meletakkan jiwa-jiwa lelah pada kediaman
Menghadirkan lagi kenangan indah
Tentang aku dan siluet di balik kelambu

(Jakarta, 30 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Konser Fajar

Tolong tutup pintunya sebelum mandi.
Ada kecoa hinggap di atas bangkai kucing mati.
Baunya santer sekali!

Sudah kubilang jangan lama-lama mainan sabun.
Lantainya licin nanti kau bisa jatuh dan mati.

Televisi asik bermain sendiri.
Penontonnya tertidur mendengkur akur.

Dimana kopiku pagi ini?
Kau selalu saja buat kesalahan,
tapi aku tak berani melawan.

Perawan melintas pakaiannya transparan membayang.
Kacamata buram tertutup uap wedang.
Sial!

Rupiah di dompet tinggal selembar.
Apa kau sudah makan?
Aku belum, nasinya sudah pada basi dirubung semut.

Di luar hujan.
Jemuran basah melambai loyo berkedip genit.

Samar-samar tercium bau terasi. Yeakh!

Mandilah kau bersih-bersih pakai sabun anti septik.
Sebentar lagi matahari angkat kaki.

(Jakarta, 28 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Melarung Syak

Rinai hujan panik berkata-kata
Berkacak pinggang dari luar jendela
Bahwasanya cinta sudah pada mati percuma
Kumamah satu persatu semak belukar
Pahit menohok tenggorok selayak sekam membakar
Susah payah merambah perjalanan malam
Kejam mencekam menembus langit hitam

Kularung syak cemburu dalam sejuk wudhu
Sejungkup ragu larut dalam nafas doaku
Pucat pasi wajah barisan lentera
Benda langit lagi kikir membagi cahaya
Cukuplah dapat kulihat wajah Sang Malik
Berbisik-bisik tak ada berisik
Menyelidik, menelisik terlebih mendelik
Menyinari sejurus pikir yang berdzikir
Hujan pun redam mentahkan takdir
:
Ada lagi yang tersisa?

(Jakarta, 26 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

In Memoriam Bang Arie MP Tamba

Banyak kenangan saya bersama Bang Arie dalam kegiatan bersastra. Terima kasih untuk semua ilmu yang sudah Bang Arie berikan. Sungguh terkejut mendapat kabar kepergian Abang yang begitu mendadak siang tadi (23 Mei 2019), sedangkan kita baru saja bertemu dan bercakap- cakap 6 hari yg lalu di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki.

Ah, rupa-rupanya itu adalah pertemuan kita yang terakhir.

Selamat jalan Bang Arie, semoga Abang tenang dan damai di sisiNya. Aamiin.


Saya menjadi moderator pada acara diskusi tematik buku “Suatu Pagi di Dermaga”, karya Khairani Piliang (kiri) dan Bang Arie MP Tamba (kanan) menjadi pembahasnya, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara, akhir Maret 2019 yang lalu.

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Moksa dan Derajat

Pemanasan gerak motor memicu semangat
Bergerak dari setiap penjuru timur dan barat
Kekuatannya cukup tangguh menyengat
Semua isyaratnya adalah siasat
Melawan aturan, norma dan adat
Ayat-ayat dibuat sarat pengaruh jahat
Telanjur sesat memakmunkan munajat

Berat pasal pertanyaan Tuan malaikat
Tanggung jawab itu bermuara di akhirat
Saat napas berhembus tinggalkan hayat
Saat saudaramu harus menjadi mayat
Melupakah engkau pada Yang lebih hebat
Sesosok Zat… Maha Daya paling dahsyat
:
Memaksa mata hati sungkur bertaubat!

(Jakarta, 19 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Opera Rajawali

Kemana pun langkah kaki pergi
Tak sanggup menjauh meski sedepa jarak kepadanya
Tak mampu tinggal dan bertahan
Tersiksa hidupnya bagai keterasingan
Lagi-lagi ingin kembali menatapnya meski harus curi-curi

Deja vu merajut lagi ikatan waktu terputus
Sesungguhnya genggamnya tak pernah putus
Riak-riak rindunya saling memanggil
Dalam sepi sunyi mereka saling mencari
Detak waktu ratusan ribu kali lewat percuma

Menggeliat sukma lara terpenjara bara praduga
Tersiram rinai gairah rindu
Menggempur tembok keakuan oleh kuat asa
Menepis aral tajam berita
Melepaskan rantai kebekuan
Merajut isyarat kunci aksara puisi tercecer
Membuka rahasia pintu berkarat
Merambah peluk tubuh kekasih nan merana
:
Perjumpaan selanjutnya
Tak perlu lagi kata-kata

(Jakarta, 14 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Sigaraning Nyawa

Aku terus menunggu di beranda rumah
Pandangan terus tertuju ke ujung jalan
Sesekali tersentak oleh pikiranku yang halu
Gelisah meliput harap ingin segera sua
Memeluk menciumnya penuh rindu
Syukur nikmat bahagia oleh doa-doa sakti
Terjawab melalui nadi waktu hari ke hari
Menepati janji meruntunkan kebanggaan
Setiap upaya tak menunjuk kesia-siaan

Hingga datang menuntut tantangan berikut
Jalanan berliku memaksaku kalah dan kalut
Aku pernah berkelahi melawan takut
Setelah menghaki dirinya separuh hidup
Takdir harus mengabdikan guna yang patut
Seperti beban berat merasa terenggut
Kutanggalkan kalut pada rakaat dan sujud

Permata terkasih
Atas predikat yang telanjur lekat
Atas cita-cita yang sulit kau dapat
Atas sumpah yang harus dijabat
Atas nama kewajiban menjawab
Menunjukkan pada kerabat
Jadilah engkau wanita bermartabat
:
Raihlah masa depanmu sigaraning nyawaku
Berbakti dan carilah bahagia itu
Mengalir selalu dalam restu dan doa ibu

(Jakarta, 14 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Room Service

Sebentar lagi, sayang
Bantu aku menata ruang
Jendela ini harus kugeser dulu
Tirai dan dindingnya harus putih biru
Biarkan masuk pejuru energi baru
Hangat memeluk setiap pagi
Resik asri kembali berseri
Sesungguh inginku merawat hati

Pernah kisahku runtuh membangkai
Ruang meditasiku terbengkalai
Lupa mana lorong penghubung dunia
Lusuh berdebu baunya lembap
Aku pemilik hunian ruang kedap
Bersahabat pengap dalam gelap
Bersedimen lekat di dinding pekat
Mencari jendela jiwa bahkan malaikat

Suatu kali datang juga orang bertamu
Harapku semoga bukan penjemput maut
Sampai ia hilang bangunkan mimpi panjang
Meninggalkan sapu dan alat kebersihan
Kelak kembali lagi datang menjelang
Demi Tuhan jawab aku, diakah?
Malaikat itukah yang Kau kirimkan
Atau perangkap ilusi bayang-bayang
:
Masuklah, sayang
Aku tidak sedang bermimpi
Ruang ini sudah rapi

(Jakarta, 14 Mei 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |