Kebekuan tampak pongah hilang budi
Enggan menatap air dan tanahmu berpijak
Sorotnya menghunjam jauh di cakrawala
Potret bayangan kejam dan tiran
Sembunyi dalam kepompong petaka
Tangan berurat ini tinggikan kepal
Meninju gahar mengoyak langit
Siapa makhluk kepala batu itu
Merasa istimewa selaksa dewa
Terdogma dari ketelanjuran yang fatal
Persekongkolan konspirasi bisik-bisik
Bocor gemanya di balik balai-balai megah
Terlindung kubu-kubu pagar betis
Menggunakan kekuatan oportunis
Menggunting dalam rapinya lipatan Pusaka Ibu
Ayo bergerak bersama putera-puteri Pertiwi
Jaga hutan, darat, gunung dan lautmu
Perjuangan hidup mati semata bela negeri
Pasang panji-panji di sepanjang garis pantai
Lisan sejarah seperti wangsit Sabda Palon
“Musuhmu memang saudaramu sendiri”
:
Lalu mengapa harus mati konyol
Perlukah merdeka diperjuangkan?
(Jakarta, 28 April 2019)
