Tidak berharap kau tahu
Apalagi mengerti debat sengitku dengan langit
Pagi lalai datang tanpa permisi
Membangunkan tidur sarat mimpi
Tak kusadari singgahnya matahari
Sudah sampai di bibir petang
Belum lagi kudapat apapun
Kecuali kulitku yang kian tipis
Legam teranggas bias
Hari ini ketidak-adilan melangkah pongah
Seperti nyonya gedongan terengah-engah
Mengangkang gagah di atas kepalaku
Harusnya kugibas cahaya palsunya
Mengintip di balik kutang milik emak
Dengan tarian asap puntung sigaretnya
Mengikis muak pada pandanganku
Terhuyung-huyung di kawah dendam rindu
:
Bila tak sanggup bersusah-susah
Cepat-cepat lah berbenah
Bila harus diam memilih lemah
Mati pun jadilah
(Jakarta, 10 April 2019)
| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |
| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |