Entah apa yang membangunkan dari henyak tidur sesaatku
Gaung mimpi kepagian mewujud ketakutanku
Rindu menggantung-gantung di ruang kosong
Atau aku, pun ia sama abainya melisan rindu
Tak menyisakan setitik untuk dahagaku
Sementara di antara hujan dan dingin malam
Aku menggigil menanti jejak langkah melintas
Apa lah yang membuat bagian waktuku sempat hilang detak
Buaian resah hujankah yang melena bawah sadarku
Meretas bunga harap jadi sesal kesakitan
Dan saat malam merangkak meraih pagi
Kucari ia di antara hening kota-kota mati
Menyapanya walau kemusykilan mentertawai kebodohanku
Angin saja pun tak sudi kutitipkan salam
Aku ketinggalan kereta malam, sayang
Membawanya laju tanpa desiran
Ke alam mimpi tidak bertuan
Menghempaskan aku sendirian
Dalam kejam deru hujan
Dan pagi…
Jangan bangunkan aku lagi
Jangan berjanji setelah basi
Aku hilang pasti hampir mati
Matahari tak bersinar di sini
Biar kulanjut sisa mimpi tadi
(Jakarta, 25 Januari 2019)
| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |
| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

