Riuh badai membelah samudera
Lelah ingin segera menepi di biduk senja
Kesadaran menuntunku pada hal yang pernah luput
Sekian lama tenggelam di pusaran waktu
Membawa pergi kisah hati tak menentu
Dua biduk karam terpisah gelombang
Bertolak belakang bertumbukan
Memutar sejurus arah tak beraturan
Terombang-ambing menunggu panduan
Rindu-rindu terkuburkan dalam isakan
Menuliskan pesan pilu di atas pasir
Cinta tak ingin kering di surut pantai
Puisi pun tersampaikanlah melalui angin
Ada sebuah lagu tua membuka langit
Menjelma kekuatan paling kudus
Kuat mendongkrak keterpurukan
Waktu mendamaikan kegamangan
Mengukuhkan sinergi dua jiwa beda
Bangkit menangkis badai celaka
Di gerbang dermaga cakrawala
Terbukalah sayap-sayap perisainya
Memeluk unggas mungil ringkih
Nyaris mati rindu dalam sekarat
:
Terbang tinggi sejauh tujuan
Memecah sunyi di langit buram
Ke atas surga paling bersih
Paling putih
(Jakarta, 12 Juli 2019)
| GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA | KUMPULAN PUISI YOEVITA | GALERI PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” | DARI SAHABAT | DIARI YOEVITA |

