Catwalk

Koridornya berbeda, sama menawannya
Yang satu ndeso, lainnya metropolis
Perempuan dari kultur sosial berbeda
Melenggang santai dan gemulai
Kainnya seronok senada matahari
Menyapa ramah menebarkan senyum indah
Tinggalkan sesaat gundahnya di rumah
Menggenggam duri dan api pada basmallah

Muncul dari balik rumpun galangan sawah
Lainnya datang dari balik selasar panggung
Sekedar ikhtiar buat tutupi kebutuhan
Tersadar tuntutan hidup butuh disiasati
Menjawab langitNya semua pasti
Seterusnya mengepal harap mimpi
Pawon wajib ngebul oleh asap nasi
Bukannya jet pribadi

Terlahir dari rahim yang diberkati
Perempuan adalah ibu sejati negeri
Bumi tetap basah oleh asah asuh asih
Air susunya mengaliri negeri Loh Jinawi
Mendekap gelisahmu dalam pelukan panjang
Jemari lentiknya membelai keangkuhan malam
Bibirnya meniup lembut rangkaian mantra
Dari tubuhnya tercium wangi bunga
Tak sadari wujud hadirnya adalah dewi

(Jakarta, 09 Juli 2019)

| GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA | KUMPULAN PUISI YOEVITA | GALERI PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” | DARI SAHABAT | DIARI YOEVITA |

Mengawasi Senja

Senja…
Jangan melamun saja
Katakan bila kau cemburu
Pada kesik dan desir laut
Pada burung-burung pulang
Pada lintasan angin yang tersangkut
Di antara ketiak dan asamnya keringat
Sepasang bule mashyuk berpelukan
Tanpa puisi dan aksara
Melumat bayangan matahari
Ditelan waktu yang tanggung

Aiih Senja…
Kemarin lalu kau buat puisi renyah manja
Mengais kisah dari kamar pengantin tua
Bukan oleh uraian bilangan usia
Parut-parut luka tampak bertaut
Di selipan bacon sandwich penuh mentega
Bonus satu sloki sisa tegukan
Mencium aroma asmara anggur merah
Menyuguhkan tarian sakral
Tangis kehilangan
Keperawanan pecah
Keperjakaan jebol
Ada syukur yang timbul di lubuk sesal
:
Belum telanjur kasip, katamu…

(Jakarta, 8 Juli 2019)

Jum’at Berkah

Inilah Jum’at yang tengah berkemas
Lelaki-lelaki bersahaja bergegas
Tersenyum bercahaya melangkah perkasa
Mengucap salam tepat di gerbang kiblat
Engkau di sana pulakah, Rajawali?
Melepaskan sejenak taji perkasamu
Tunduk takzim pada PenciptaMu
Merendahkan permisi sejurus tanah
Ke sana engkau aku pun pasti
Sebanyak santun dan takut merajai
Berkhianat dan tergoda tak patuh lagi
Kembali kepada biru rindu
Seperti dipeluk ibu
Sejuk teduh

(Jakarta, 05 Juli 2019)

 

| GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA | KUMPULAN PUISI YOEVITA | GALERI PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” | DARI SAHABAT | DIARI YOEVITA |

Ode Alam Jagat

Menghampar perkasa di atas bumiku
Seri wajahnya membasah ranum hijau
Tergambar semburat alam bergairah
Tersiram azimat doa-doa cinta
Doa guyub syukur dari kaum taat
Kaum yang ikhlas merawat atas
Penciptaan karya Maha Dahsyat

Kepada langit, daratan dan segara
Segala insan bernaung di antaranya
Bertarung mencari sisi makna
Realita hidup bertumpu pada norma
Menyadari Engkau berada dimana
Meski tak nyata tapi lekat selamanya
Di relung-relung damai setiap jiwa

Aku penyair kecil sedang melilir
Ingin bangunkan ombak dan petir
Angin badai dan acak tarian pasir
Gunung subur dan liukan sawah kuning
Merunduk sujud memohon karomah
Keridhoan paling putih dari segala terputih
Ampunan bagi setiap khilafan
Terjaga selaras kebersamaan
:
TempatMu berada pada takhta kemuliaan
InsanMu bermunajat tunduk bersujud

(Jakarta, 04 Juli 2019)

 

| GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA | KUMPULAN PUISI YOEVITA | GALERI PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” | DARI SAHABAT | DIARI YOEVITA |