Koridornya berbeda, sama menawannya
Yang satu ndeso, lainnya metropolis
Perempuan dari kultur sosial berbeda
Melenggang santai dan gemulai
Kainnya seronok senada matahari
Menyapa ramah menebarkan senyum indah
Tinggalkan sesaat gundahnya di rumah
Menggenggam duri dan api pada basmallah
Muncul dari balik rumpun galangan sawah
Lainnya datang dari balik selasar panggung
Sekedar ikhtiar buat tutupi kebutuhan
Tersadar tuntutan hidup butuh disiasati
Menjawab langitNya semua pasti
Seterusnya mengepal harap mimpi
Pawon wajib ngebul oleh asap nasi
Bukannya jet pribadi
Terlahir dari rahim yang diberkati
Perempuan adalah ibu sejati negeri
Bumi tetap basah oleh asah asuh asih
Air susunya mengaliri negeri Loh Jinawi
Mendekap gelisahmu dalam pelukan panjang
Jemari lentiknya membelai keangkuhan malam
Bibirnya meniup lembut rangkaian mantra
Dari tubuhnya tercium wangi bunga
Tak sadari wujud hadirnya adalah dewi
(Jakarta, 09 Juli 2019)
| GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA | KUMPULAN PUISI YOEVITA | GALERI PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” | DARI SAHABAT | DIARI YOEVITA |
