Alhamdulillah, akhirnya buku puisi saya yang pertama berjudul “Pengantin Puisi” selesai dicetak. Buku ini diterbitkan oleh Teras Budaya Jakarta, ISBN: 978-602-5780-30-1, ukuran: 14x21cm, tebal: xvi + 116 halaman, dengan memuat 96 puisi karya saya.
Terima kasih kepada Bang Remmy Novaris DM dan Nyai Nunung Noor El Niel sehingga buku ini diterbitkan. Bang Remmy yang penyabar serta Nyai Nunung yang super cerewet adalah dua sosok yang berada di balik terlaksananya penerbitan buku ini. Nyai Nunung juga berkenan menuliskan epilog untuk buku saya ini. Bang Remmy dan Nyai Nunung, you are the best for Dapur Sastra Jakarta!
Terima kasih juga untuk Uda Riri Satria yang selalu memotivasi saya membukukan semua puisi yang saya tulis, serta berkenan menuliskan prolog atau pengantar pada buku saya ini. Uda Riri mendorong saya menerbitkan buku puisi sejak tahun 2015, tetapi baru terwujud 4 tahun kemudian, hari ini.
Uda Riri yang selalu teliti dan cermat dalam berbagai hal -maklum profesinya juga seorang peneliti – sangat membantu saya dalam proses penerbitan buku ini. Ditambah lagi dengan profesinya sebagai konsultan manajemen dan time management yang sangat tertata rapi, sehingga penerbitan buku juga menerapkan prinsip “project management‘ lengkap dengan time line, dan sebagainya.
Jujur saja, tidak mudah buat saya mengikuti gaya kerja seperti ini. Saya pontang-panting dan keteteran, tetapi memang harus demikian.
Terima kasih juga untuk semua sahabat Dapur Sastra Jakarta, serta semua sahabat sastra.
Buku ini kupersembahkan dengan sepenuh cinta kepada mereka yang hadir dan menggoreskan berbagai kenangan puitis dalam perjalanan hidupku.
Saya hanya numpang lahir di Blitar, tetapi tidak banyak kenangan di sana. Masa kecil dan remaja saya habiskan di Jakarta, lalu menikah dan punya anak.
Fase berikutnya kehidupan saya adalah di kota Medan selama 7 tahun (2007-2014) dengan segala suka dan dukanya, juga menggoreskan banyak kenangan puitis. Banyak puisi yang lahir di kota Medan ini, tetapi sayang tidak terdokumentasi dengan baik.
Kemudian, sejak tahun 2014 saya kembali menetap di Jakarta sampai sekarang. Semua perjalanan hidup itu terekam dalam semua puisi saya. Poems are my soul. They are words from my heart.
Sekali lagi, alhamdulillah, dan terima kasih untuk semuanya. I love you all.
Semoga ini memberikan sedikit kontribusi dalam dunia sastra Indonesia.

| PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” |
| “PENGANTIN PUISI” SERTA “SILUET, SENJA, DAN JINGGA” |
| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA | KUMPULAN PUISI YOEVITA |