“Pengantin Puisi” serta “Siluet, Senja, dan Jingga”

Berbarengan dengan terbitnya buku saya “Pengantin Puisi”, juga terbit buku puisi ketiga Uda Riri Satria yang berjudul “Siluet, Senja, dan Jingga“.

Uda Riri Satria adalah salah satu sosok yang berperan terbitnya buku puisi saya yang pertama ini, “Pengantin Puisi“, dan juga memberikan kata pengantar atau prolog untuk buku tersebut

Siapakah Riri Satria?

Dia lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970 dan mulai menulis puisi sejak SMP berlanjut di SMA di kota kelahirannya.

Setelah diterima kuliah di Universitas Indonesia (program studi ilmu komputer) pada tahun 1988, dan perjalanan hidup yang jauh dari sastra atau pun seni pada umumnya menyebabkan dia vakum menulis puisi selama 19 tahun antara tahun 1988 sampai 2007.

Buku karyanya yang pertama adalah sebuah buku non-sastra, berjudul “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (Pustaka Quantum, 2003, ISBN 979-3204-0). Buku ini merupakan buku kompilasi kumpulan tulisannya berbentuk esai tentang manajemen bisnis dan ekonomi pada harian Republika pada kurun waktu tahun 1999-2001.

Buku puisi pertamanya adalah “Jendela” (Teras Budaya Jakarta, 2016, ISBN 978-602-1226-59-9) yang merupakan kumpulan puisi yang ditulis pada kurun tahun 2007-2016. Lalu buku puisi kedua adalah “Winter in Paris” (Teras Budaya Jakarta, 2017, ISBN 978-602-1225-87-2) yang merupakan kumpulan puisi dalam Bahasa Inggris yang ditulis selama musim dingin di kota Paris, Perancis, bulan Desember 2016. Buku ini diluncurkan pada Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017, di Ubud, Bali, tanggal 26 Oktober 2017.

Di samping kedua buku tersebut, berbagai puisinya juga diterbitkan dalam sejumlah antologi bersama yaitu “Fotamorgana” (Teras Budaya Jakarta, 2014), “Puisi Menolak Korupsi 4” (Forum Sastra Surakarta, 2015), “Palagan Sastra” (Teras Budaya Jakarta, 2016), “Setelah 67 Tahun di Karet: Mengenang Chairil Anwar” (Diandra Kreatif Jogjakarta, 2016), “Memo Anti Terorisme”” (Forum Sastra Surakarta, 2016), Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak” (Forum Sastra Surakarta, 2016), “Seberkas Cinta” (Digna Pustaka Jogjakarta, 2016), “Puisi Menolak Korupsi 6” (Forum Sastra Surakarta, 2017), “Kita adalah Indonesia, Antologi Puisi Penyair Penjaga Kebhinnekaan” (Taresi, Jakarta, 2017), “The First Drop of Rain: Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2017” (Wahana Resolusi Yogyakarta, 2017), “Ketika Kata Berlipat Makna” (Teras Budaya Jakarta, 2018), “Epitaf Kota Hujan, Antologi Puisi Temu Penyair Asia Tenggara 2018” (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang), “Jejak Cinta di Bumi Raflesia” (Spirit Kita, 2018), “A Skyful of Rain: Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018” (Wahana Resolusi Yogyakarta, 2018), “Sebutir Garam di Secangkir Air” (Teras Budaya Jakarta, 2019), “Aku Menuju-Mu: Mengenang Penyair Dewi Salistiawati” (Teras Budaya Jakarta 2019), serta esai pada buku “Bunga Rampai Puisi Menolak Korupsi, Bergerak dengan Nurani” (Forum Sastra Surakarta, 2017).

Saat ini dia ikut mengelola komunitas Dapur Sastra Jakarta (DSJ), serta komunitas Sastra Bumi Mandeh (SBM) di kampung halamannya, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Profesinya sehari-harinya memang jauh dari dunia sastra, yaitu sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus principal consultant pada Value Alignment Group, serta dosen program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Ilmu Komputer (S.Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan saat ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School of Business, Paris, Perancis.

Sebagai seorang yang berkutat dalam dunia teknologi informasi, penelitian, matematika, statistik, dan sekaligus penulis puisi, Uda Riri Satria percaya bahwa kode program komputer, persamaan matematika, dan puisi memiliki suatu kesamaan secara prinsip. Mereka menggambarkan sesuatu yang kompleks dalam wujud simbol-simbol yang sederhana.

Selamat dan terima kasih untuk Uda Riri.

Semoga kedua buku puisi ini memberikan sedikit kontribusi untuk dunia sastra Indonesia.

Salam puisi.

 

 

| “PENGANTIN PUISI” DI GA208 | PELUNCURAN BUKU “PENGANTIN PUISI” | PROLOG DARI UDA RIRI |

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

3 komentar di ““Pengantin Puisi” serta “Siluet, Senja, dan Jingga”

  1. Ping balik: “Siraman” Pengantin Puisi – Puisi Yoevita

  2. Ping balik: Alhamdulillah dan Terima Kasih – Puisi Yoevita

  3. Ping balik: “Pengantin Puisi” di GA208 – Puisi Yoevita

Komentar ditutup.