Bila mata zahir tak sejiwa mata lahirku
Memandang birahi pada sesuatu bukan milikku
Lewat lima rambu terlanggar benang merahnya
Ada nikmat di balik aturan buatan
Berderet panjang melulu larangan
Separuhnya bau bangkai kelicikan
Memancing api merambah rumput kering
Menyulut hasut orang-orang kalut
Katakan hukum mana paling adil
Jika rasanya mudah betul menjadi basi
Seperti warna-warni jajan pasar
Sebut saja satu yang kau mau
Apa yang tak bisa dinegosiasi
Maju tak gentar bela saja yang bayar
Perut dan gengsi bermain mata
Kakinya dekil di atas payung hukum
Terus menari dan menggoda
Tak luput ulama pembela agama
Fasih mengerti kandungan doa
Seujung kotoran kuku dibuatnya
:
Belum tenang sebelum binasa
Api, air, tanah dan angin
(Jakarta, 09 Mei 2019)
| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |
| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |