Pengantin Puisi

Aku ingin meriasmu
Membuka lebar-lebar
Jendela ruang cerita
Mengganti selimutnya
Putih penuh renda
Menaburkan mawar bersih
Dari taman cinta Adam Eva

Aku ingin kau tampak cantik berbinar
Selaras kelembutan bidadari
Kusandingkan
Bersama matahari
Seperti kisah dewa dewi

Tersenyum ‘ku di atas kisah terjalin
Mencipta elegi dari imaji dan realita
Benakku liar berlarian memetik aksara
Memilah keranuman buah-buah pikir
Menyeruak di rerimbun semak
Terkadang harus tertusuk onak
Biarlah…

Aku ingin engkau terus tersenyum
Sampai purnama bermain mata
Membisikkan kata paling cinta
:
“Selamat tidur pengantin puisiku”

(Jakarta, 2 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |

Tamak

Di tengah laparnya
Kau rebut hasilnya
Saat dahaga mencekik
Terkuras habis air tanahnya
Ketika matipun ia
Tak ada lahan kubur tersisa

Merebut paksa wasiat leluhur
Desing laras membidik jantung
Mengklaim sebanyak darah tertumpah
Ribuan keringat air mata menjadi sumpah
Kaum lemah gerah tersulut amarah
Kuasa kaum serakah merambah nyawa

Dulu berorasi maju di baris depan
Menolak ketimpangan penguasa tiran
Atas nama cinta leluhur bangsa katanya
Menarilah badut-badut jenaka
Luputkan dulu daftar hutang janji
Titipan pundi-pundi lah yang harus terisi

(Jakarta, 01 Maret 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |