Joko dan Bowo Putraku

Tolong matikan sentir teploknya, Nang.
Nanti gubug kita hangus terbakar
Pandai-pandai juga lah berhemat
Saat tertidur berjuta kepala suluk bermimpi
Segala makhluk tak lagi indahkan cahaya
Raga dan jiwanya telah bersenyawa
Melebur napasnya sederap napas semesta

Bulan mentereng bentang dipasang Tuhan
Bintang telah ditaburkan di langit pekat
Riasan dironce keharuman seronok
Ratu Malam bersolek molek
Bagai Nyai Ronggeng menggelar kenduri
Tetabuh hajat hiburan insan haus kelaparan

Malam ini menyisakan kemuliaan
Bersujud syukurlah hendaknya, Le!
Kangmas jadi imam, Adimas makmuman
Ciumlah perut bumi yang berlimpah berkah
Telah menitipkanmu di rahim ibu
Menjadikan putera ksatria pilih tanding
Melindungi utuh tanah air ibumu

Nak lanangku…
Tut Wuri Handayani
Jaga selalu salah laku dan pituturmu
Tembangkan lagu penawar badai
Gemah ripah loh jinawi
Tata tentram karta raharja

(Jakarta, 24 Pebruari 2019)

 

| KUMPULAN PUISI YOEVITA LAINNYA |

| BIODATA YOEVITA SOEKOTJO | GALERI YOEVITA 2019 | GALERI PANGGUNG YOEVITA |